Another part of notonegoro.net

November 3, 2005

[Ten|Tan|Tanah] Abang?

Filed under: Diary @ 11:20 pm

Selama lebih kurang 22 tahun hidup di Jakarta, saya selalu dan hanya mengenal sebuah tempat yang bernama Tanah Abang. Namun selama lebih kurang lima bulan terakhir ini, saya mendapatkan kesempatan untuk selalu lewat Tanah Abang untuk menuju ke jalan Abdul Muis. Alangkah terkejutnya ketika saat di perjalanan, saya melihat pengendara motor lainnya mengenakan jaket tertuliskan Tanabang. “Ooo.. mungkin ternyata ada transformasi dari Tanabang ke Tanah Abang” begitu pikir saya tanpa rujukan apapun. Hey, lagian itu mirip kan? apalagi dengan lidah yang sering terselip. :p Namun pada perjalanan terakhir beberapa hari lalu, saya lebih kaget lagi ketika melihat jaket pengendara motor yang bertuliskan Tenabang. “Daerah mana lagi nih Tenabang? apa iya itu sebuah transformasi lain untuk Tanah Abang? tapi dimana letak kemiripannya? *dengan polosnya*”.

Setelah diselidiki saya mendapatkan artikel ini dan ini. Berikut adalah ringkasannya, ternyata dahulunya Tanah Abang oleh orang Betawi disebut sebagai Tenabang (dan masyarakat sekitarnya masih sering menyebutnya demikian hingga sekarang) yang berarti nabang tanaman yang banyak tumbuh disana. Apa itu nabang? saya juga gak tahu, mungkin Anda tahu? :D Namun pada masa Belanda lebih sering disebut dengan De Abang sebelum pada akhirnya oleh orang Betawi pengucapannya menjadi Tenabang. Terdapat beberapa versi mengenai penamaan Tanah Abang ini sendiri. Pertama adalah versi pemerintah yang entah mulai kapan meresmikan nama ini menjadi Tanah Abang, dimana kata abang di sini berarti merah bagi orang Jawa, sedangkan tidak demikian halnya dengan orang Betawi. Yang menjadi pertanyaan saya apa hubungannya antara orang Jawa dan Betawi dengan penamaannya? koq saya tidak melihat keterkaitannya? Versi kedua adalah penamaannya diambil dari sebuah bukit dengan tanah berwarna merah yang terletak di sekitar Kali Krukut. OK, yang ini menjadi sedikit lebih masuk akal bagi saya, walaupun saya belum pernah main ke sana. :D Untuk penamaan Tanabang itu sendiri saya masih belum mendapatkan informasi darimana nama itu diperoleh.

Pada awalnya Tanah Abang adalah daerah pertanian dan peternakan milik orang Tiong Hoa, yang banyak ditanami tebu, kacang, jahe, melati dan sirih yang akhirnya nama-nama itulah yang menjadi nama-nama jalan di sekitar Tanah Abang, diawali dengan kebun tentunya. ;) Namun pada perkembangannya ada seorang Belanda, Justinus Vinck, yang mendirikan pasar yang hanya diizinkan beroperasi pada hari Sabtu saja di daerah itu. Itupun dengan komoditas perdagangan yang dibatasi seperti tekstil, kelontong dan sedikit sayuran yang berjualan di bedeng bambu beratap rumbia. Pada tahun 1801, setelah dominasi orang Tiong Hoa mulai tergeser akibat pembantaian orang-orang Tiong Hoa pada tahun 1740, perdagangan dibuka menjadi hari Rabu dan Sabtu. Setelah beberapa abad tidak memiliki gedung permanen, baru pada awal abad 19 Kotapraja Batavia melakukan pembangunan / perombakan secara permanen. Di area perdagangan yang berdiri di atas tanah seluas 82.386,5 meter persegi dan terdiri dari enam blok dari A sampai F ini merupakan tempat pebisnis bagi orang Minang, Tiong Hoa, Arab dan Betawi yang melibatkan ribuan pekerja di dalamnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Itulah lebih kurang ringkasannya yang dapat saya ceritakan tuliskan. Namun tampaknya ada satu yang ngeganjal hati saya (mungkin berhubungan dengan Ejaan Yang Dibenarkan (EYD)?), apakah benar penamaan Tanah Abang ini telah diresmikan oleh pemerintah? Kalau memang benar, kenapa masih terdapat penamaan dengan Tenabang dan Tanabang, selain kebiasaan masyarakat sekitar yang masih terbiasa dengan penamaan tersebut tentunya. Ini terlihat selain di jaket para pengendara motor yang saya lihat sebelumnya, tetapi juga mengacu pada artikel yang dibuat oleh Tempo dengan judul “Ada Tommy di Tenabang?” yang kemudian disadur oleh beberapa tautan lainnya menjadi “Ada Tommy di Tanabang?” *Mudah-mudah tidak semua orang yang menyebut Tenabang dan Tanabang adalah masyarakat sekitar yang hidup di Tanah Abang atau ini hanya saya saja?* :D

Terlepas dari itu semua, apakah pada lebaran ini Anda membeli baju baru di pasar Tenabang, eh Tanabang, ups Tanah Abang? ;)

2 Comments »

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows Windows XP

    gue ngga beli baju baru tuh :P

    apa hubungannya antara orang Jawa dan Betawi dengan penamaannya?

    umm … mungkin karena orang Jawa termasuk penghuni terbesar Jakarta? ;)

    Comment by Aldi — November 4, 2005 @ 12:44 am
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows Windows XP

  2. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.0.4 on Windows Windows 2000

    Ah, anda mengingatkan saya pada salah satu daerah ‘jajahan’ saya selama beberapa tahun. Berkat ngantor di Abdul Muis, saya jadi sering menjelajah pasar Tanah Abang dan skitare.

    Tapi mungkin udah 5 tahun lebih nggak kesana. Kangennya saya…

    Comment by Hany — November 23, 2005 @ 1:14 pm
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.0.4 on Windows Windows 2000

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

You can use these tags and emoticons: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Generated in 0.087 seconds.